( 08-June-2017 ) Plt Dirjen Bina Bangda Resmikan Jembatan di Lamandau | ( 06-June-2017 ) Diah Indrajati: Kembalikan DAK Sesuai 'Khittahnya' | ( 26-May-2017 ) Pemerintah Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil | ( 24-May-2017 ) Dukungan Pemerintah dalam Mengembangkan Smart City di Indonesia | ( 19-May-2017 ) Ibu Negara Dijadwalkan Berkunjung ke Desa Kohod Setelah Ramadan | ( 19-May-2017 ) Subsidi Listrik Hanya untuk Keluarga Tidak Mampu |

Jakarta. Dalam rangka memperingati hari Ibu yang ke-88, (22/12/2016) di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri, Plt Dirjen Bina Pembangunan Daerah, Diah Indrajati selaku inspektur upacara menyampaikan  sambutan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahwa, peringatan hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan, dan meningkatkan kualitas hidup bersama. Inilah yang membedakan peringatan hari Ibu di Indonesia dengan mother’s day di beberapa negara di dunia.

Di Indonesia, peringatan hari ibu dilandasi tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang dilandasi cita-cita dan semangat persatuan dan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur. Sebagaimana di deklarasikan pertama kali dalam kongres perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928, di Jogjakarta. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahun.

Catatan sejarah telah mencatat bagaimana perjuangan kaum perempuan Indonesia telah melalui proses yang panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki. Momentum hari Ibu menjadi refleksi dan renungan bagi kita semua tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memajukan gerakan perempuan di semua bidang pembangunan.

Perjalanan panjang pergerakan kaum perempuan selama 88 tahun telah mengantarkan berbagai keberhasilan bagi kaum perempuan dan laki-laki dalam menghadapi tantangan global dan multidimensi, khususnya perjuangan mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.

Di era kekinian, peringatan hari Ibu mengingatkan kembali peran dan tanggung jawab kaum perempuan dalam mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan landasan semangat persatuan dan kesatuan.

Di Indonesia, saat ini telah banyak kaum perempuan yang memiliki peran dan posisi strategis di berbagai kehidupan. Ini membuktikan bahwa jika kaum perempuan diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas dirinya. Peran dan kontribusi kaum perempuan dalam pembangunan dapat menjadi motor dan pengerak perubahan di berbagai sektor kehidupan.  

Pergerakan kaum perempuan dalam pembangunan tentunya membutuhkan dukungan semua fihak, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Dalam menegakkan prinsip equal partnerships, kaum perempuan bersama kaum laki-laki bersama-sama berperan membangun bangsa, sekaligus berperan aktif membangun kesejahteraan, dan menjalin hubungan yang erat dengan berbagai bangsa di dunia. (AF)      

 

 

 

     

about author

Link Terkait