( 17-October-2017 ) Tahun 2019, Pemerintah Targetkan Pencapaian Akses Air Minum dan Sanitasi 100% | ( 13-October-2017 ) Workshop Peningkatan Kapasitas Provinsi untuk Penyusunan RAD AMPL Bagi Kamputen Lama Program Pamsimas III Tahun 2017 | ( 13-October-2017 ) Workshop Peningkatan Kapasitas Provinsi untuk Penyusunan RAD AMPL Bagi Kamputen Baru Program Pamsimas III Tahun 2017 | ( 13-October-2017 ) Setelah Sukses di Desa Kohod, Kampung Sejahtera Akan Diduplikasi di NTT dan Kaltara | ( 05-October-2017 ) Presiden Joko Widodo Hadiri Aksi Nasional Pemberantasan Obat dan Penyalahgunaan Obat di Cibubur | ( 02-October-2017 ) Mendagri Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Taman Makam Pahlawan Kalibata |


JAKARTA – Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri menggelar rapat evaluasi berkaitan dengan Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014 tentang RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 pada Selasa, (27/12/2016) di ruang rapat Praja Bhakti Utama, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Jalan Taman Makam Pahlawan No. 20 Jakarta.

Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah, Muhammad Hudori serta dihadiri oleh para pemangku kebijakan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan kementerian/lembaga terkait.

Muhammad Hudori pada sambutannya mengatakan tujuan evaluasi dokumen RPJMD yaitu untuk menguji kesesuaian RPJPD Provinsi Jawa Tengah (2005-2025) dan RPJMN (2015-2019) dengan kepentingan umum dan/atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Selain itu, evaluasi substansi Ranperda (Rencana Peraturan Daerah) berdasarkan atas landasan hukum penyusunan, sistematika, teknis penyusunan, hubungan antarbab, serta konsitensi antardokumen.

“Kami berharap kementerian/lembaga yang hadir pada rapat evaluasi perubahan RPJMD ini melihat kesesuaian antara Renstra (Rancangan Strategis) kementerian/lembaga dengan RPJMD perubahan provinsi Jawa Tengah, terutama terhadap program dan kegiatan,” tegas Hudori.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bappeda Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin mengatakan perubahan RPJMD Jawa Tengah dilakukan terhadap indikator, yakni yang semula terdiri dari 467 indikator kinerja berubah menjadi 480 indikator kinerja. Selain itu, perubahan RPJMD juga terdiri dari perubahan data dan informasi; kerangka pendanaan; penyesuaian terhadap prioritas nasional dan isu strategis untuk keselarasan pembangunan nasional dan pembangunan daerah; serta target indikator makro kabupaten/kota.

Lebih lanjut, beliau juga mengatakan perubahan RPJMD provinsi Jawa Tengah dilakukan karena adanya perubahan substansi pada undang-undang yang mengatur pemerintah daerah (UU 23 Tahun 2014) dan kebijakan baru dari pemerintah pusat seperti keluarnya PP 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. [Fajar Tejo Nuswantoro/Mahfud Achyar]

 

 

about author

Link Terkait