( 05-April-2017 ) Pasca Rakortek, Ditjen Bina Bangda Lakukan Asisten dan Supervisi | ( 10-April-2017 ) Sinergi Kementerian/Lembaga dan Pemda, Tangerang beserta masyarakat dalam Pilot Project Kampung Sejahtera di Desa Kohod | ( 17-March-2017 ) Harmonisasi Penyusunan Peraturan Pemerintah tentang Urusan Pemerintah Konkuren | ( 10-March-2017 ) Rapat Persiapan Kunjungan Ibu Negara di Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. | ( 07-March-2017 ) Bambang Brodjonegoro:Rakortek Pembangunan Langkah Awal Menyusun Rencana Kerja Pemerintah | ( 05-March-2017 ) Mendagri Hadiri Rakortek Pembangunan Regional 2 di Makassar |

Jakarta. Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah, Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan serangkaian kegiatan evaluasi kesiapan lintas Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemda kabupaten Tangerang di Swiss-Belhotel, kamis, (23 Maret 2017). Kegiatan ini diawali dengan rapat koordinasi dengan membahas 2 hal, yaitu (1) Konsolidasi dan Rekapitulasi Kegiatan Tahun 2016-2017 dan Rencana 2018 yang dilaksanakan oleh K/L dan Pemda, (2) Persiapan Teknis, seperti: Protokoler, Rundown Acara, Pembagian Peran antara Kemendagri, K/L, dan Pemda, Observasi Kesiapan Lapangan, Pembuatan Visualisasi Pelaksanaan Program, Publikasi dan Keamanan. 

Iwan Kurniawan, Kepala Bagian Perencanaan Ditjen Bina Pembangunan Daerah selaku pimpinan rapat, menyampaikan bahwa Program Fisik yang akan dilaksanakan di Desa Kohod pada tahun anggaran 2016-2017 berjumlah 77 program/kegiatan dengan anggaran Rp. 20 M yang melibatkan 13 K/Lbeserta Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. K/L yang terlibat dalam program fisik yaitu: Kemkes, Kemendes-Pdtt, Kemen Pupr, Kemen Bumn, Kemenperin, Kementan, Kemendikbud, Bkkbn, Kemen ATR/BPN, Kemenag, kemenristek-Dikti, Kemen PPPA, Pemda Prov. Banten dan Pemda Kab. Tangerang. Program Fisik yang dilaksanakan yaitu: (1) Pembangunan infrastruktur publik, (2) Pemberian alat pendukung aktivitas kemasyarakatan, dan (3) Pengungkit kegiatan ekonomi. Sedangkan untuk Program non Fisik pada tahun 2016-2017 berjumlah 88 program/kegiatan, dengan anggaran Rp. 1,8 M.

Program non Fisik melibatkan 10 K/L dan Pemerintah Provinsi Banten serta Pemkab Tangerang. Adapun 12 institusi yang terlibat, terdiri dari: Kemendagri, Kemenkes, Kemenperin, Kementan, Kemendikbud, BKKBN, Kemen ATR/BPN, Kemenag, Kemenristek-Dikti, Kemen PPPA, Dinas Koperasi Prov. Banten. Program non Fisik yang dilaksanakan dalam bentuk: Pemberian Akta Kelahiran dan KTP, pemberian bantuan sosial dan kesehatan, sosialisasi, pembinaan, dan penyuluhan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, program ini juga ditambah dengan belasan bantuan sosial dan kesehatan yang anggarannya berkisar Rp 100.000 – 500.000 per/kepala atau lembaga.

Kerjasama antar Kementerian/Lembaga dengan Pemerintahan Daerah terhadap berbagai program-program fisik dan fisik di Kampung Sejahtera Desa Kohod merupakan upaya mengintegrasikan dan membangun sinergitas antara lembaga-lembaga pemerintah dan daerah, seperti Program Sertifikasi Tanah dikerjakan oleh Kementerian ATR, Pembangunan Jalan Desa dari Kementerian PUPR, Penerbitan Dokumen Kependudukan dari Dinas Dukcapil dan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Pelatihan Aparat Desa dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri dan Pemerintah Provinsi, Sosialisasi Penanganan Masalah Perempuan dan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan.

Sekda Kabupaten Tangerang, Iskandar Mirsad, Ak, MM, yang hadir sebagai narasumber dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Desa Kohod merupakan salah satu dari tiga desa di Indonesia yang akan ditetapkan sebagai pilot project Kampung Sejahtera.Pemerintahan Kabupaten Tangerang bekerjasama dengan Prof, Dr, Ir, Budi Santoso Wignyosukarto dari UGM telah membuat master plan data base yang memuat kondisi wilayah, perilaku masyarakat, tingkat pengangguran dan potensi daerah. Master plan ini juga dilengkapi dengan analisis tentang kebutuhan masyarakat, mengenai infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan dunia usaha. “(Penduduk) Desa Kohod pada umumnya, lebih banyak menjadi nelayan dan petani, jumlah penduduknya sekitar 6000 orang, yang miskin 4000 orang. Sedangkan untuk tempat tinggal, rumah yang tidak layak huni mendominasi dari pada yang layak,” ujarnya. “Kami dari Pemerintahan Kabupaten Tangerang sudah membuat beberapa persiapan-persiapan. Untuk tahun anggaran 2016 saja sudah dialokasikan 6 Milyar. Anggaran Ini untuk membangun jalan, jembatan, pembimbingan (pendampingan)”. Iskandar Mirsad menambahkan, bahwa program jangka panjang tahun anggaran 2016-2020 Kampung Sejahtera Desa Kohod akan mengacu dari master plan dan grand design.

Sebagai penutup kegiatan evaluasi persiapan kunjungan Ibu Negara tersebut, pada hari Jumat dilakukan kunjungan lapangan ke Dusun Pintu Air, Desa Kohod untuk melihat persiapan secara langsung. Di lokasi, Tim mengecek kesiapan pelaksanaan Program Bedah Rumah akan segera dikerjakan pada hari sabtu (25/03/2017). 20 Rumah akan dibedah dengan sistem pasang dan bongkar (knock down) dengan biaya per-unit rumah Rp.50 juta. Untuk Dusun Kampung Pintu Air, rumah yang akan dibedah berjumlah 4 rumah yang dibiayai oleh Program CSR Indocement dan PT. Waskita. Kementerian PUPR akan menjadi pelaksana bedah rumah tersebut. Selain bedah rumah, pembangunan jembatan dan paving block dipercepat untuk kemudahan akses dari satu tempat ketempat lain, memudahkan interaksi sosial antar penduduk, dan memperlancar kegiatan perdagangan. (AF)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

about author

Link Terkait