( 08-June-2017 ) Plt Dirjen Bina Bangda Resmikan Jembatan di Lamandau | ( 06-June-2017 ) Diah Indrajati: Kembalikan DAK Sesuai 'Khittahnya' | ( 26-May-2017 ) Pemerintah Tingkatkan Layanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil | ( 24-May-2017 ) Dukungan Pemerintah dalam Mengembangkan Smart City di Indonesia | ( 19-May-2017 ) Ibu Negara Dijadwalkan Berkunjung ke Desa Kohod Setelah Ramadan | ( 19-May-2017 ) Subsidi Listrik Hanya untuk Keluarga Tidak Mampu |

 

Membaca Laporan Ekspose Pemberitaan Kemendagri dari hasil pantauan pemberitaan dari berbagai media massa, baik media massa cetak dan elektronik, yang dihimpun Intelligence Media Management (IMM) untuk bulan Januari 2017, tercatat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berada pada posisi ke-3 dalam ekspose pemberitaan Kementerian Kabinet Kerja dengan 8.104 berita. Pilkada serentak, dan hari pemungutan suara pada tanggal 15 Februari menjadi isu yang mendominasi pemberitaan di media massa.  Selain itu pemberitaan mengenai kasus Bupati Katingan, kisruh Ormas FPI, Revisi UU Pemilu, serta penggunaan APBD Plt Gubernur DKI Soni Sumarsono menjadi isu yang tidak kalah menariknya menjadi pemberitaan. Sebaran Media Massa terbanyak ada di Republika (ROL), Metro TV, Kompas.com, RRI News, Detik.com, Liputan6, Okezone dan JPNN. Sedangkan untuk media sosial tercatat 5.556 cuitan di Twitter, dan mengalami penurunan 50% dari 10.536 cuitan di bulan sebelumnya.

Mengutip dari Intelligence Media Management (IMM), jika melihat perbandingan ekspos pemberitaan antar komponen di lingkungan Kemendagri, Ditjen Otonomi Daerah (OTDA) menjadi penyumbang pemberitaan terbanyak dengan 839 berita. Lalu dikuti oleh Ditjen Dukcapil 779 berita, Institut Pemerintahan Dalam Negeri 249 berita, Ditjen Bina Pemdes 7 berita. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 6 berita. Sementara itu, mengutip dari hasil laporan ini juga, Badan Penelitian dan Pengembangan (BPP) menempati peringkat terakhir dalam ekspos pemberitaan. Sentimen negatif di dalam ekspos Ditjen Kemendagri antara lain mengani kebijakan kontroversi Soni Sumarsono sebagai Plt Gubernur Jakarta, kasus korupsi e-KTP, mantan Irjen Kemendagri Tarmizi A. Karim mengenai pencalonan Pemilukada Gunernur Aceh 2017, konflik pengesahan anggaran APBA Provinsi Aceh yang berlarut, serta pengangkatan mantan Ditjen Bina Pemerintahan Daerah, Nata Irawan sebagai Plt Gubernur Banten. Sentimen positif dari Ditjen Bina Administrasi banyak diberitakan terkait pelantikan tiga Plt Gubernur oleh Mendagri dan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terkait peninjauan ke eks kampus IPDN di Kabupaten Rohil untuk perencanaan pembangunan pusat latihan Damkar dan Satpol PP. Kedatangan Kapolri, Tito Karnavian dalam kuliah umum di Institut Pemerintahan Dalam negeri (IPDN) mendapatkan atensi yang besar dari media dengan sebanyak 249 berita yang tersebar di berbagai media cetak dan elektronik.

Lalu dimanakah posisi Ditjen Bina Pembangunan Daerah di dalam laporan Intelligence Media Management (IMM) tersebut? Tidak terdapat data sebaran berita yang dapat menjadi bahan analisis sejauh mana atensi media dan juga masyarakat dalam pemberitaan program dan kegiatan Ditjen Bina Bangda. Penulis mencoba melacak pemberitaan terkait dengan program atau kegiatan Ditjen Bina Pembangunan Daerah selama bulan Januari 2017 dan apa saja isunya, dengan menggunakan perangkat sederhana (google) dengan memasukkan kata kunci: Bina Pembangunan Daerah, Program/kegiatan, SIPD, dan E-Planning. Dari hasil pencarian tersebut, ditemukan berita di website Bappeda Sitarokab terkait dengan E-Planning yang menyadur dari laman resmi Bangda, dan dari Bisniskini.co.id terkait Sosialisasi Kebijakan Subsididi Listrik dimana di hadiri oleh Dirjen Bina Bangda, Diah Indrajati.

 Ditjen Bina Pembangunan Daerah sebagai komponen di lingkungan Kemendagri tentunya juga perlu mendapatkan ruang dan atensi oleh media massa baik cetak dan elektronik supaya kegiatan dan program dapat diketahui oleh masyarakat luas dari berbagai elemen. Bangda Sebagai bagian dari poros pemerintahan (Faizal Fanani (2015) Liputan6.com) tentunya memiliki peran penting dalam suksenya pembangunan pusat dan daerah. Maka sangat penting jika setiap kegiatan dan program dapat diliput oleh berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik.

Ditjen Bina Bangda Jika dilihat melalui Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah bertujuan meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah, dengan sasaran terwujudnya rencana pembangunan nasional dan daerah yang terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan pembangunan nasional. Maka Perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Pertanyaannya tentunya suksesatau tidaknya sebuah pembangunan nasional tidak terlepas dari peran serta masyarakat dalam berbagai bidang, bukan saja sektor ekonomi, tetapi juga budaya, sosial, agama dan politik.

Dengan kata lain, bentuk keterlibatan tersebut berawal dari awareness yang bisa didapatkan dari berbagai pemberitaan di media massa, baik cetak dan elektronik. Dari berbagai pemberitaan tersebut dapat mendorong partisipasi, kontribusi, kaloborasi, dan sinergi antara mayarakat dan pemerintah dalam berbagai bentuk kegiatan atau program yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang nantinya menjadi kunci suksesnya pembangunan daerah dan nasional.

Ditjen Bina Bangda tentunya memiliki program/kegiatan unggulan yang perlu dan penting untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Sebaran tersebut bisa melalui media cetak ataupun elektronik, ataupun media sosial dan menjadi lini pembicaraan antar netizen. Seperti peran Bangda dalam penetapan Perda RPJMD Prov/Kab/Kota, DAK Praspem dan Transdes, RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), dan Program Percontohan Pembangunan Kampung Sejahtera, atau program/kegiatan yang dapat mendukung prioritas nasional. Dengan adanya awareness dari masyarakat, Bangda dapat menjadikan media tersebut sebagai “Public Relation” berbagai renstra dan renja Bangda.

Pertanyannya bagaimana caranya supaya program-program unggulan tersebut mendapatkan perhatian dan menjadi “news” oleh para pencari berita?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, tentunya perlu untuk melihat kembali dan melakukan pembenahan “rumah” Bangda, dimana semua informasi terkait dengan program, kegiatan dan data-data pokok harus tersaji secara lengkap dan, terkini. Sehingga website Bangda dapat menjadi rujukan, pembanding, atau pelengkap dari berbagai data pokok yang tersebar di berbagai komponen dan juga tiap Kementerian lembaga. Dan terpenting juga, bagaimana data-data tersebut dapat mengambarkan potensi di daerah, peluang usaha (investasi), pengembangan pariwisata dan sebagainya. Terakhir, tentunya tidak kalah pentingnya adanya bentuk kerjasama (MOU) antara humas/pusdatin Kemendagri, serta humas di berbagai komponen di Ditjen Kemendagri dengan mediamassa cetak dan elektornik untuk mendukung hasil yang ingin dicapai. Sehingga sebaran informasi mengenai program dan kegiatan Bangda dan juga berbagai komponen di lingkungan Kemendagri dapat mencakup lebih luas pembacanya dari pada hanya sekedar pemberitaan di media official yang mungkin menurut penulis mungkin hanya dikunjungi oleh segelintir orang, dan tidak menjadi referensi masyarakat dalam mencari berita. (AF)

 

Arif Rahman

Bagian Perencanaan, Ditjen Bina Pembangunan Daerah

 

Daftar Pustaka

Admin (2017) http://bappeda.sitarokab.go.id. Dalam SISTEM E-PLANNING HARUS SEJALAN DENGAN PERMENDAGRI 54 TAHUN 2010. http://bappeda.sitarokab.go.id/2017/01/11/pembahasan-aplikasi-e-planning-bappeda/

Faizal Fanani (2015) Liputan6.com. Dalam Kemendagri Akan Jadi Poros Pemerintahan pada 2015, http://news.liputan6.com/read/2157021/kemendagri-akan-jadi-poros-pemerintahan-pada-2015.

Hary Prasodjo (2017) Bisniskini.co.id. Dalam Listrik Bersubsidi Salah Sasaran ,Akhirnya Pemerintah Beri Jatah 4,1 Juta Pelanggan Listrik 900 VA Bersubsidi. http://www.bisniskini.co.id/detil_berita.php?id=855

IndonesiaIndicator (2017) Kemendagri Dalam Perspektif Media. Pemantauan Media Online: Januari 2017

 

about author

Link Terkait