DITJEN BINA PEMBANGUNAN DAERAH

KEMENTERIAN DALAM NEGERI

Ditjen Bina Pembangunan Daerah dan Biro Administrasi Pimpinan Kemendagri Bahas Pelaksanaan Monev Lingkup Kementerian Dalam Negeri

Dipublikasikan oleh : MA

JAKARTA – Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri mengundang Tim Biro Administrasi Pimpinan Kemendagri pada rapat pelaksanaan kunjungan monitoring dan evaluasi Ditjen Bina Pembangunan Daerah pada Senin, (29/4/2019) di Ruang Rapat Utama Lantai 2 Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kalibata, Jakarta Selatan.

Rapat dipimpin oleh Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani serta dihadiri pula oleh pimpinan Ditjen Bina Pembangunan Daerah. Ada dua agenda utama rapat yaitu kesepakatan dan penentuan Person in Charge (PiC) di lingkungan Ditjen Bina Pembangunan Daerah dan pengisian materi kebijakan pada aplikasi E-Materi berkaitan dengan isu-isu strategis dan aktual Ditjen Bina Pembangunan Daerah.

Berkaitan dengan E-Materi, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hamdani mengatakan bahwa E-Materi merupakan sebuah strategi untuk mewujudkan bank data dan penyiapan materi yang aktual, cepat, dan sistematis.

Sistem kerja E-Materi yaitu menggunakan jaringan dari pusat hingga ke komponen, pengambilan materi dilakukan dengan menggunakan ketentuan akademis penelitian sebagai realitas dan fakta di lapangan serta mempertimbangkan sumber data dan olah data,” jelas Hamdani.

Selanjutnya, Hamdani menjelaskan penggunaan aplikasi E-Materi yang nantinya digunakan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Ada lima tahap work cycle (proses bisnis) aplikasi E-Materi, yaitu 1) admin komponen  melakukan login username  dan password; 2) admin komponen memberikan data update, isu strategis sesuai Tusi (Tugas dan Fungsi), analisis mendalam sesuai sudut pandang dan langkah tindak lanjut Kemendagri; 3) Tim Penyiapan Materi koordinasi lintas bidang. Kompilasi materi dari komponen yang diunggah via E-Materi; 4) melalui Artificial Intelligence, frekuensi penyampaian data oleh komponen terarsipkan dalam diagram (data mining), dan 5) materi diharapkan dapat tersampaikan kepada pimpinan melalui perangkat elektronik via aplikasi E-Materi. [Mahfud Achyar]